wisata Lesung Bintang yang terletak di atas Bukit Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menempati areal seluas lebih kurang 2.500 m yang jaraknya dari pusat kota Baturaja hanya berkisar 3 km saja saat ini kondisinya semakin tidak diminati pengunjung.
Ini lantaran kurangnya daya tarik terhadap obyek wisata di dalam Kota Baturaja tersebut, sehingga membuatnya ditinggalkan wisatawan. Bahkan beberapa warga sekitar dan hasil investigasi Sumselupdate.com sering dijadikan kalangan muda-mudi tempat berbuat asusila. “Memang sering terlihat ada yang sering memadu kasih,” ucap Hindra, warga kecamatan Baturaja Barat.
Di lokasi tersebut, ada beberapa peninggalan sejarah sebagai bagian dari batu Lesung Bintang. Diantaranya; batu berbentuk lesung bersegi delapan. Tapi itu tadi, seiring dengan terlupakan dan tidak terawat nya Lesung Bintang, maka bentuk Lesung Bintang pun sudah tidak berbentuk bintang lagi.
Kurangnya daya tarik dan promosi dari pihak terkait, membuat objek wisata tersebut tak lagi menarik. Apalagi sampai membuat pengunjung ingin kembali berulangkali mengajak orang lain bertamasya ke lokasi tersebut. Alhasil, obyek wisata tersebut kini terkesan sebagai tempat angker. “Padahal Lesung Bintang mempunyai arti dan nilai sejarah yang tinggi,” ujar Toni, warga Baturaja.
Sebenarnya, di lokasi obyek wisata ini, kata Toni, kita juga bisa menikmati pemandangan yang indah dan hijaunya dedaunan yang dibelah oleh alur Sungai Ogan. Dari tempat ini kita juga dapat menyaksikan dengan jelas semarak nya Kota Baturaja.
Karenanya, ia berharap pemerintah setempat atau instansi terkait yang menaunginya, dapat lebih serius memelihara dan mempromosikan objek wisata tersebut. Agar wisatawan, utamanya generasi muda tertarik berkunjung kesana.
Pantauan dilapangan, Fasilitas di sana semakin rusak tak terawat, rumput liar menutupi bak hutan belantara, beberapa bangunan Yaounde seperti jalan dan tangga banyak yang rusak.
Ini lantaran kurangnya daya tarik terhadap obyek wisata di dalam Kota Baturaja tersebut, sehingga membuatnya ditinggalkan wisatawan. Bahkan beberapa warga sekitar dan hasil investigasi Sumselupdate.com sering dijadikan kalangan muda-mudi tempat berbuat asusila. “Memang sering terlihat ada yang sering memadu kasih,” ucap Hindra, warga kecamatan Baturaja Barat.
Di lokasi tersebut, ada beberapa peninggalan sejarah sebagai bagian dari batu Lesung Bintang. Diantaranya; batu berbentuk lesung bersegi delapan. Tapi itu tadi, seiring dengan terlupakan dan tidak terawat nya Lesung Bintang, maka bentuk Lesung Bintang pun sudah tidak berbentuk bintang lagi.
Kurangnya daya tarik dan promosi dari pihak terkait, membuat objek wisata tersebut tak lagi menarik. Apalagi sampai membuat pengunjung ingin kembali berulangkali mengajak orang lain bertamasya ke lokasi tersebut. Alhasil, obyek wisata tersebut kini terkesan sebagai tempat angker. “Padahal Lesung Bintang mempunyai arti dan nilai sejarah yang tinggi,” ujar Toni, warga Baturaja.
Sebenarnya, di lokasi obyek wisata ini, kata Toni, kita juga bisa menikmati pemandangan yang indah dan hijaunya dedaunan yang dibelah oleh alur Sungai Ogan. Dari tempat ini kita juga dapat menyaksikan dengan jelas semarak nya Kota Baturaja.
Karenanya, ia berharap pemerintah setempat atau instansi terkait yang menaunginya, dapat lebih serius memelihara dan mempromosikan objek wisata tersebut. Agar wisatawan, utamanya generasi muda tertarik berkunjung kesana.
Pantauan dilapangan, Fasilitas di sana semakin rusak tak terawat, rumput liar menutupi bak hutan belantara, beberapa bangunan Yaounde seperti jalan dan tangga banyak yang rusak.

Komentar
Posting Komentar